Karakteristik siswa (motivasi, minat, semangat, dan hasil belajar) yang mempengaruhi penampilan guru dan efektivitas saat pembelajaran di kelas

*Karakteristik siswa (motivasi, minat, semangat, dan hasil belajar) yang mempengaruhi penampilan guru dan efektivitas saat pembelajaran di kelas

Karakteristik siswa meliputi motivasi, minat, semangat, dan hasil belajar sangat mempengaruhi penampilan dan efektivitas guru saat pembelajaran di kelas. Sebagaimana kita ketahui bahwa motivasi adalah suatu dorongan yang membuat seseorang memiliki kemauan yang besar untuk melakukan sesuatu. Motivasi menurut Sujonno adalah suatu kekuatan penggerak dalam perilaku individu baik yang akan menentukan arah maupun  tujuan dari hidupnya. Sementara menurut, Frederick motivasi adalah perubahan energi pada diri sesorang yang ditandai dengan perasaan dan juga reaksi untuk mencapai suatu tujuan. Motivasi dapat lahir dari dirinya sendiri maupun dari lingkungan eksternal dirinya. Baik dari dalam maupun dari luar motivasi mampu membuat seseorang yang tidak mampu mengerjakan sesuatu hal menjadi dapat melakukannya. Motivasi ini sangat penting ada pada diri sesorang karena apabila sesorang memiliki motivasi pastilah ia menjadi bersemangat dalam melakukan pekerjaan yang hendak ia selesaikan. Hal demikian terjadi pada siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Apabila siswa tersebut tidak memiliki pengetahuan intelegensi yang tinggi tapi ia mempunyai kemuan yang keras, maka ia tidak begitu kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran. Setiap siswa yang kita temui di kelas ada yang memiliki motivasi yang tinggi dan ada pula yang memiliki motivasi yang rendah, dalam hal ini peranan guru sangat penting untuk meningkatkan semangat belajar siswa tersebut. Dalam kaitannya dengan motivasi ini, penampilan guru sangat mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran. Guru harus menciptakan penampilan yang membuat siswa tertarik untuk mengikuti pembelajarannya, disini guru sebagai motivator eksternal siswa. Penampilan guru di sini meliputi banyak aspek, mulai dari cara berpakain, metode pembelajaran yang digunakan, teknik dan strategi yang semenarik mungkin hingga siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti proses pembelajaran.

Menurut Dyimyanti minat adalah sebagai sebab yaitu kekuatan pendorong yang memaksa seseorang menaru perhatian pada orang, situasi, atau aktivitas tertentu dan bukan pada yang lain. Sementara menurut Selamet Diharjo minat adalah kecenderungan yang tinggi terhadap sesuatu. Dan menurut Thijan minat adalah gejala psikologis yang menunjukan pemusatan perhatian terhadap suatu objek sebab ada perasaan senang. Dari pengertian tersebut maka dapat kita ketahui bahwa minat amat sangat berpengaruh pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa, karena sebagaimana kita ketahui bahwa minat merupakan kecenderuang yang tinggi terhadap sesuatu. Jadi agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik maka, kita harus meningkatkan minat siswa terhadap mata pelajaran yang hendak akan diajarkan kepada siswa. Sebab di lapangan banyak sekali ditemui siswa-siswa yang memiliki minat yang rendah terhadap suatu mata pelajaran khususnya mata pelajaran eksak, seperti fisika, biologi, kimia dan matematika yang sering dilewatkan siswa ketika belajar, dengan berbagai alas an. Namun, alasan terbesar mereka menghindari pelajaran tersebut karena pelajaran tersebut sulit untuk mereka pahami, ditambah lagi rumus-rumus yang banyak dan membosankan.

Sementara semangat dan hasil belajar pun mempengaruhi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Jika siswa memiliki semangat yang kuat maka hasil belajar mereka pun akan baik. Sebaliknya jika semangat belajar mereka rendah maka hasil belajar mereka pun akan menurun.

Dari penjelasan di atas jika karakteristik siswa yang meliputi sikap, motivasi, minat, semangat, dan hasil belajar rendah dikarnakan materi yang diberikan sulit untuk mereka pahami, maka penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar akan:

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan positif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Guru tetap memperlakuan siswa di kelasnya tersebut sebagai individu yang memiliki potensi. Dan berusaha mengembangkan potensi tersebut dengan membuat proses pembelajaran yang dilakukan semenarik mungkin sehingga siswa terkesan dan dapat meningkatkan potensi mereka tersebut.
  2. Guru tetap bersikap positif dan wajar terhadap siswa. Sebab siswa yang dihadapi sedang mengalami masa- masa transisi yang menyebabkan mereka mudah bosan ketika hendak mengerjakan sesuatu.
  3. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa hangat, rendah hati, ramah, dan menyenangkan.
  4. Guru menjadi empati melihat siswa yang memiliki semangat yang rendah tersebut sehingga berupaya membuat siswa merasa nyaman dalam mengikuti pelajarannya.
  5. Guru tetap memperlakukan siswa secara permissive.
  6. Guru menjadi peka terhadap perasaan yang dinyatakan siswa dan membantu menyadari perasaannya.
  7. Guru dalam hal ini berusaha menyesuaikan diri terhadap keadaan yang khusus tersebut.
  8. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya, memang kurang efektif sebab perhatian murid tidak terfokus pada pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Untuk itu guru tersebut harus berusaha meningkatkan efektivitas dalam proses pembelajarannya, dengan cara mencari solusi dalam hal peningkatan sikap, motivasi, minat dan semangat belajar siswa.

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan negatif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Guru dalam hal ini tidak dapat menyesuaikan diri terhadap keadaan yang khusus tersebut. Guru tetap mengajar seperti biasanya meski siswa-siwanya tidak bersemangat mengikuti pembelajannya. Dia tetap mengajar tanpa memperhatikan apakah pelajaran yang ia sampaikan dimengerti atau tidak oleh siswa.
  2. Guru menjadi tidak peka terhadap perasaan yang dinyatakan siswa dan tidak mampu membantu menyadari perasaannya.
  3. Guru menjadi malas mengisi jam pelajarannya dan sering terlambat masuk kelas.
  4. Guru tidak memperlakukan siswa secara permissive.
  5. Guru menjadi tidak empati melihat siswa yang memiliki semangat yang rendah tersebut.
  6. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa tidak hangat dan kurang ramah.
  7. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya, memang kurang efektif sebab perhatian murid tidak terfokus pada pelajaran yang diberikan oleh gurunya dan gurunya pun kurang memperhatikan muridnya.

Dari penjelasan di atas jika karakteristik siswa yang meliputi sikap, motivasi, minat, semangat, dan hasil belajar tinggi dikarnakan materi yang diberikan dapat dipahami, maka penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar akan:

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan positif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa hangat, rendah hati, ramah, dan menyenangkan.
  2. Guru menjadi empati melihat siswa yang memiliki semangat yang  tinggi tersebut sehingga berupaya membuat siswa merasa nyaman dalam mengikuti pelajarannya.
  3. Guru dalam hal ini dapat menyesuaikan diri terhadap keadaan yang khusus tersebut.
  4. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya tinggi sebab perhatian murid terfokus pada pelajaran yang diberikan oleh gurunya.

 

*Karakteristik kepala sekolah (sikap dan orientasinya terhadap perubahan, kemampuan, minat untuk membantu guru, kemampuan manajerial, kemampuan mengambil keputusan dan gaya kepemimpinan) yang mempengaruhi penampilan guru dan efektivitas saat pembelajaran di kelas

Karakteristik kepala sekolah (sikap dan orientasinya terhadap perubahan, kemampuan, minat untuk membantu guru, kemampuan manajerial, kemampuan mengambil keputusan dan gaya kepemimpinan) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar. Sebagaimana kita ketahui bahwa kepala sekolah merupakan pemimpin di dalam sekolah, semua aktivitas di sekolah disetujui dan diatur oleh kepala sekolah. Kepala sekolah terkadang memiliki sikap dan orientasi positif terhadap perubahan yang terjadi di sekolah, namun kepala sekolah juga kerap kali memiliki sikap dan orientasi negative terhadap perubahan yang terjadi di sekolah. Sebagaimana kita tahu bahwa kepala sekolah merupakan pemimpin yang mengatur semua aspek sekolah dimana termasuk kedalamnya minat untuk membantu guru. Dalam hal ini ada kepala sekolah yang senang membantu gurunya yang sedang mengalami hambatan-hambatan tertentu dalam menjalani pekerjaannya dan adapula kepala sekolah yang tidak berminat untuk membantu gurunya yang sedang mengalami hambatan-hambatan dalam menjalani pekerjaannya. Selain itu, kepala sekolah juga berperan aktif dalam kemampuan manajerial dan mengambil keputusan. Sering ditemukan kepala sekolah yang kurang baik kemampuannya memanajerial dan terkadang keputusan yang diambilnya kurang sesuai dengan keinginan dari guru-guru yang ada di sekolah tersebut. Gaya kepemimpinan juga ikut serta mempengaruhi penampilan dan efektivitas guru dalam mengajar di kelas. Ada kepala sekolah yang gaya kepemimpinannya baik sehingga guru segan terhadapnya dan ada pula kepala sekolah yang gaya kepemimpinannya otoriter. Semua hal yang ada di atas sangat mempengaruhi penampilan dan efektivitas guru ketika mengajar di kelas.

 

 

Dari penjelasan di atas jika karakteristik kepala sekolah (sikap dan orientasinya terhadap perubahan, kemampuan, minat untuk membantu guru, kemampuan manajerial, kemampuan mengambil keputusan dan gaya kepemimpinan) kurang baik, maka penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar akan:

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan positif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Guru menjadi tetap rajin mengisi jam pelajarannya dan tidak terlambat masuk kelas. Meskipun kepala sekolah tidak sering datang ke sekolah.
  2. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa hangat, rendah hati, ramah, dan menyenangkan. Meskipun gaya kepemimpinan kepala sekolah kurang baik, namun tidak mempengaruhi penampilan guru di kelas.
  3. Guru dalam hal ini berusaha menyesuaikan diri terhadap keadaan yang khusus tersebut.
  4. Guru menjadi peka terhadap perasaan yang dinyatakan siswa dan membantu menyadari perasaannya.
  5. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya, memang kurang efektif. Untuk itu guru tersebut harus berusaha meningkatkan efektivitas dalam proses pembelajarannya, meskipun kepala sekolah kurang memberikan perhatian terhadap guru dalam proses pembelajaran di kelas.

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan negatif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Guru menjadi malas mengisi jam pelajarannya dan sering terlambat masuk kelas.
  2. Guru tidak memperlakukan siswa secara permissive. Sebab guru merasa kurang di beri perhatian dalam proses pembelajaran dari kepala sekolah.
  3. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa tidak hangat dan kurang ramah.
  4. Guru menjadi tidak peka terhadap perasaan yang dinyatakan siswa dan tidak mampu membantu menyadari perasaannya.
  5. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya, memang kurang efektif sebab guru merasa kurang nyaman di sekolah sehingga dalam proses pembelajanpun guru tidak merasa nyaman.

Dari penjelasan di atas jika karakteristik kepala sekolah (sikap dan orientasinya terhadap perubahan, kemampuan, minat untuk membantu guru, kemampuan manajerial, kemampuan mengambil keputusan dan gaya kepemimpinan) baik, maka penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar akan:

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan positif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa hangat, rendah hati, ramah, dan menyenangkan.
  2. Guru menjadi peka terhadap perasaan yang dinyatakan siswa dan membantu menyadari perasaannya.
  3. Guru menjadi rajin mengisi jam pelajarannya dan tidak terlambat masuk kelas. Sebab kepala sekolah sering datang ke sekolah.
  4. Guru tetap memperlakuan siswa di kelasnya tersebut sebagai individu yang memiliki potensi.
  5. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya tinggi sebab guru merasa didukung sepenuhnya oleh kepala sekolah dalam melaksanakan proses pembelajaran.

 

 

 

 

 

*Karakteristik teman sejawat (semangat kesatuan, sikap mereka kepada pendatang baru dan perubahan, kesediaan membantu guru yang baru, kesediaan bekerja sama dalam memecahkan program kerja) yang mempengaruhi penampilan guru dan efektivitas saat pembelajaran di kelas

Karakteristik teman sejawat (semangat kesatuan, sikap mereka kepada pendatang baru dan perubahan, kesediaan membantu guru yang baru, kesediaan bekerja sama dalam memecahkan program kerja) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar. Sebagaimana kita ketahui bahwa teman sejawat di sini adalah guru lain yang juga mengajar di sekolah tersebut. Kita tahu bahwa di dalam suatu sekolah terkadang ada guru yang memiliki hubungan yang baik dengan teman-temannya sesame guru di sekolah dan ada pula yang memiliki hubungan yang tidak baik dengan teman-temannya sesama guru di sekolah, semangat kesatuan ini sangat berperan pula dalam mempengaruhi penampilan guru saat mengajar di kelas. Kita tahu bahwa lingkungan yang nyaman membuat seseorang semangat dalam melakukan pekerjaannya, namun lingkungan yang kurang nyaman membuat seseorang kurang bersemangat dalam melakukan pekerjaannya. Hal lain yang ikut mempengaruhi yaitu sikap mereka terhadap pendatang baru yang juga akan mengajar di sekolah tersebut. Jika guru lama yang ada di sekolah menyambutnya dengan baik maka guru tersebut akan merasa nyaman mengajar di sekolah tersebut sebaliknya jika guru lanma yang ada di sekolah menyambutnya dengan kurang baik maka guru tersebut akan merasa kurang nyaman, dan itu mempengaruhi penampilannya ketika mengajar di sekolah. Bekerja sama dalam memecahkan masalah program kerja juga mempengaruhi guru dalam proses pembelajarannya.  Dimana jika teman sejawatnya mau diajak bekerja sama dalam memecahkan masalah program kerja di sekolah tersebut maka ia tidak akan begitu kesulitan namun jika sebaliknya ia akan mengalami kesulitan.

 

 

 

Dari penjelasan di atas jika karakteristik teman sejawat (semangat kesatuan, sikap mereka kepada pendatang baru dan perubahan, kesediaan membantu guru yang baru, kesediaan bekerja sama dalam memecahkan program kerja)  kurang baik, maka penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar akan:

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan positif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Guru dalam hal ini berusaha menyesuaikan diri terhadap keadaan yang khusus tersebut.
  2. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa hangat, rendah hati, ramah, dan menyenangkan. Meskipun hubungannya dengan guru lain kurang baik kurang baik, namun tidak mempengaruhi penampilan guru di kelas.
  3. Guru tetap memperlakukan siswa secara permissive.
  4. Guru tetap bersikap positif dan wajar terhadap siswa. Guru tetap bersikap positif dan wajar terhadap siswa.
  5. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya baik sebab meskipun hubungan guru dengan teman sejawatnya kurang baik tetapi tidak mempengaruhi proses pembelajaran yang terjadi.

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan negatif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Guru menjadi malas mengisi jam pelajarannya dan sering terlambat masuk kelas.
  2. Guru tidak memperlakukan siswa secara permissive. Sebab guru merasa kurang di beri perhatian dalam proses pembelajaran dariteman sejawatnya.
  3. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa tidak hangat dan kurang ramah.
  4. Guru menjadi tidak peka terhadap perasaan yang dinyatakan siswa dan tidak mampu membantu menyadari perasaannya.
  5. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya, memang kurang efektif sebab guru merasa kurang nyaman di sekolah sehingga dalam proses pembelajanpun guru tidak merasa nyaman.

Dalam hal ini guru menanggapinya dengan positif.

Contoh penampilan guru dan efektivitasnya dalam mengajar berdasarkan faktor tersebut:

  1. Guru tetap bersikap positif dan wajar terhadap siswa.
  2. Guru menjadi rajin mengisi jam pelajarannya dan tidak terlambat masuk kelas. Sebab ia merasa nyaman di sekolah.
  3. Dalam proses pembelajaran perlakuan terhadap siswa hangat, rendah hati, ramah, dan menyenangkan.
  4. Guru tetap memperlakukan siswa secara permissive.
  5. Sementara untuk efektivitas pembelajarannya baik sebab hubungan guru dengan teman sejawatnya baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s