PENGENALAN DAN PENGGUNAAN ALAT PRAKTIK LABORATORIUM IPA

 

 

 

 

 

 

PENGENALAN DAN PENGGUNAAN ALAT PRAKTIK LABORATORIUM IPA

(Tugas Matakuliah Pengelolaan Laboratorium)

 

 

 

Oleh

 

Adelia Aris Setyawati             1113022001

Evi Nuryanti                           1113022015

Ibnu Arifin                              1113022024

Gesty Retnosari                      1113022018

Nur Aziz Rahmat Putra          1113022041

Rettya Aries Tissi                    1113022048

Rika Anggraini                        1113022049

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LAMPUNG

BANDAR LAMPUNG

2013

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

 

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyusun makalah yang berjudul “Pengenalan dan Penggunaan Alat Paktik Laboratorium IPA” ini  tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa khususnya dan pembaca pada umumnya, sebagai salah satu sumber pengetahuan dan bahan pembelajaran tentang apa saja alat-alat laboratorium dan bagaimana cara menggunakannya.

Dalam hal ini kami selaku penyusun menyadari masih banyak kekurangan dan kekeliruan dalam penyusunan makalah ini, untuk itu kami meminta maaf atas segala keterbatasan waktu dan kemampuan kami dalam menyelesaikan makalah ini. Segala kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan demi peningkatan kualitas makalah ini.

 

                                                                        Bandar Lampung, Oktober 2013

                                                                                               

 

                                                                                                Penyusun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

 

KATA PENGANTAR ……………………………………………………                        i

DAFTAR ISI………………………………………………………………             ii

BAB I PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang ……………………………………………….                      1

B.        Tujuan …………………………………………………………                    2

BAB II ISI

 

 

 

BAB III PENUTUP

A.        Kesimpulan ……………………………………………………                   

B.        Saran ………………………………………………………….                    

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

 

  1. A.    Latar Belakang

Labolatorium merupakan sarana yang sangat diperlukan dalam pembelajaran IPA. Di dalam labolatorium terdapat banyak peralatan yang mendukung percobaan yang dilakukan oleh siswa. Supaya alat labolatorium bisa digunakan dalam jangka panjang maka peralatan memerlukan perawatan secara berkala.

Alat dan bahan praktik IPA bagi seorang guru IPA merupakan sarana yang sangat penting daam meaksanakan kegiatan beajar mengajar. Rasanya suit untuk diperoleh hasil pengajaran yang baik jika kegiatan beajar mengajar IPA itu diaksanakan tanpa melibatkan penggunaan alat dan bahan IPA. Kita tahu bahwa IPA tidak bisa lepas dari kegiatan eksperimen di Laboratorium, karena apabila tanpa adanya eksperimen maka kita akan banyak meminta siswa untuk menghafal fakta-fakta yang kita informasikan, dengan eksperimen siswa sendiri kan menemukan fakta-fakta itu dan dengan demikian mudah untuk mengingatnya.

Alat-alat fisika umumnya terdiri alat dari bahan logam, kayu dan kaca. Perawatan alat tersebut dilakukan dengan cara menyimpan alat pada tempat yang cukup kering ( tidak lembab ) dan tidak terkena cahaya matahari. Perawatan alat sebaiknya dilakukan secara kontinu bergantung pada kondisi ruang penyimpanan alat dan penempatan alat pada posisi yang tepat.

Pengetahuan akan alat dan bahan praktik IPA dan cara penggunaannya selain penting bagi peserta didik juga berguna bagi tenaga pengajar untuk mempermudah melakukan kegiatan beajar mengajar.

 

  1. B.      Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

  1. Siswa dapat mengenal aat dan bahan praktik fisika.
  2. Siswa dapat mengetahui tentang cara penggunaan alat dan bahan praktik fisika.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

 

  1. A.    Pengenalan Alat Praktik Laboratorium IPA
    1. 1.      Alat Praktik Fisika

Jika kita ingin mengena alat dan bahan ini secara lebih dalam maka kita harus lebih dalam dalam mengenal alat dan bahan tersebut lebih dalam.  Pengklasifikasian peralatan di laboratorium fisika sangat perlu dilakukan untuk memudahkan dalam menginventarisir alat dan mengidentifikasi alat. Selain itu juga dapat memudahkan dalam pemanfaatan alat sebagai alat percobaan maupun alat peraga.

 

Pengklasifikasian tersebut dilakukan berdasarkan buku Katalog Alat Pendidikan IPA untuk SMP dan SMA tahun 1994. Peralatan yang terkait dengan kebutuhan laboratorium Fisika terdiri dari dua kelompok yaitu Kelompok Umum dan Kelompok Fisika.

Kelompok Umum yaitu alat yang digunakan secara umum baik untuk laboratorium fisika, laboratorium biologi, dan laboratorium kimia. Penulisan kode atau nomor katalog terdiri dari tiga huruf alphabet dan dilanjutkan dengan dua angka numerik, contohnya Basic Meter (KAL 41), Multimeter (KAL 45), Catu daya (KAL 60), Stopwatch (KKW 71) dan lainnya.

Peralatan yang termasuk Kelompok Fisika terdiri dari 14 kelompok materi, seperti pada tabel 2.1 berikut :

 

 

 

 

NO

KODE

KELOMPOK MATERI

 

1

FME

Mekanika

2

FSP

Zat Padat

3

FSC

Zat Cair

4

FSG

Zat Gas

5

FGE

Gelombang

6

FPT

Optik

7

FCA

Cahaya

8

FPA

Panas

9

FES

Listrik Statis

10

FLS

Istrik Mengalir

11

FMA

Magnet

12

FEM

Elektromagnet

13

FAL

Aat Listrik

14

FET

Elektronika

 

  1. 1.      Jenis-jenis alat ukur

Jenis alat IPA yang terdaftar pada buku katalog alat IPA SMP dan SMA kurang lebih terdiri dari 550 jenis. Sebagian besar dari alat-alat tersebut merupakan alat-alat mata pelajaran fisika. Berikut ini akan dipahami bersama mengenai beberapa alat ukur, antara lain alat ukur massa, waktu, panjang dan lainnya. Alat yang diperkenalkan merupakan alat-alat yang umum berada di laboratorium fisika SMA yang diperkirakan memiliki tingkat kesulitan dalam penggunaan, perawatan, perbaikan dan penyimpanannya.

 

 

  1. a.       Alat Ukur Massa

–          Timbangan

Timbangan adalah alat yang dipakai untuk mengukur massa dan berat suatu benda. Timbangan dikategorikan kedalam sistem mekanik dan elektronik. Perbandingan antara timbangan mekanik dan elektronik dapat dilihat pada gambar 2.1 dan 2.2 berikut.

                               

                               

                               

 

–          Neraca Lengan

Neraca lengan merupakan alat yang dipakai untuk melakukan pengukuran massa antara massa benda yang satu dengan massa benda yang lainnya.

 

 

–          Spektrometer Massa

Cara kerja alat ini digunakan untuk mengetahui sebuah partikel sub atomik muncul dari katoda dan menuju anoda yang ada karena adanya tegangan yang tinggi menyebabkan medan listrik yang kuat sehingga partikel sub atomik tertarik kedalam medannya sehingga ditangkap oleh detektor yang dapat menghitung massanya secara pasti dengan bantuan robot maupun perangkat komputer yang telah disetting secara pasti dan akurat.

 

 

  1. b.      Alat Ukur Waktu

–          Jam

Jam telah digunakan sejak abad ke-14 sekitar 700 tahun yang lalu. Nama itu berasal dari bahasa latin yang namanya “clocca

 

–          Kalender

Kalender adalah sebuah sistem untuk memberi nama pada sebuah periode waktu. Tanggal pada kalender didasarkan dari gerakan-gerakan benda angkasa seperti matahari dan bulan, sebagai contoh kalender dinding.

 

–          Kronometer

Sejak tahun 1700-an, seorang ahli mesin yang bernama John Harrison mengembangkan suatu rangkaian jam yang akurat, yang diberi nama kronometer. Kronometer adalah alat pencatat waktu yang cukup tepat untuk dapat digunakan sebagai standar waktu portabel, biasanya digunakan untuk menentukan garis bujur (letak suatu tempat) dengan cara navigasi selestial (yaitu suatu teknik yang umumnya digunakan para pelaut tanpa bergantung pada perhitungan untuk memperkirakan posisi/keberadaan mereka di laut). Umumnya alat ini digunakan dalam pelayaran sebagai penentu meridian di laut.

 

 

  1. c.       Alat Ukur Panjang

–          Penggaris

Penggaris adalah sebuah alat ukur dan alat bantu gambar untuk menggambar garis lurus. Ada penggaris yang berbentuk lurus sampai yang berbentuk segitiga. Penggaris dapat terbuat dari plastik, logam, berbentuk pita dan sebagainya. Juga terdapat penggaris yang dapat dilipat.

 

–          Mikrometer Sekrup

Mikrometer sekrup adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda dengan tingkat ketelitian 0.01 mm.

 

–          Jangka Sorong

Jangka sorong adalah alat ukur panjang yang digunakan untuk mengukur panjang benda dengan ketelitian hingga 0,1 mm. Jangka sorong juga dapat digunakan untuk mengukur diameter sebuah benda contohnya diameter kelereng, diameter dalam dan diameter luar cincin, serta kedalam sebuah tabung.

 

–          Altimeter

Altimeter adalah alat untuk mengukur ketinggian suatu titik dari permukaan laut. Biasanya digunakan sebagai navigasi dalam penerbangan, pendakian, dan kegiatan yang berhubungan dengan ketinggian.

 

 

  1. d.      Alat ukur Luas

–          Planimeter

Planimeter adalah instrumen mekanis digunakan untuk menghitung luas daerah planar. Pada dasarnya planimeter hanya memiliki tiga bagian yang bergerak. Planimeter terdiri atas 3 jenis yaitu planimeter linear, planimeter polar dan planimeter Hatchet. Jenis yang paling banyak digunakan adalah planimeter polar.

Alat ini dapat digunakan untuk mengukur skala peta dan menentukan luasan suatu wilayah pada peta dengan berbagai skala. Saat ini planimeter juga sudah dibuat dalam bentuk digitak, misalnya Planimeter Platcom yang bekerja dengan sistem digital sehingga sangat memudahkan pekerjaan.

 

  1. e.      Alat Ukur Suhu

–          Termometer

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu atau temperatur benda. Termometer terbuat dari bahan yang bersifat termometrik, artinya sangat peka terhadap perubahan suhu, seperti air raksa dan alkohol. Satuan pengukuran termometer menggunakan beberapa sistem skala suhu yaitu derajat Celcius (oC), Fahrenheit (oF), Reamur (oR) dan Kelvin (K).

 

–          Termistor

Termistor (thermistor) adalah alat atau komponen atau sensor elektronika yang dipakai untuk mengukur suhu.

 

–          Pyrometer

Pyrometer adalah alat yang berfungsi untuk mengukur suhu tinggi permukaan suatu objek tanpa adanya kontak langsung. Dengan adanya mekanisme optik dan inframerah pengukuran untuk kasus-kasus ketika objek bergerak, sangat panas, di tempat yang sulit untuk mengakses atau karena kontaminasi atau pengaruh negatif lainnya dapat diukur suhunya dengan akurat dengan menggunakan Pyrometer.

 

  1. f.        Alat Ukur Kelembaban

–          Hygrometer

Hygrometer adalah sejenis alat untuk mengukur kelembaban suatu tempat. Biasanya ditempatkan di dalam box (container) penyimpanan barang yang memerlukan tahap kelembaban yang terjaga seperti dry box penyimpanan kamera.

 

 

 

  1. g.      Alat Ukur Tekanan

–          Barometer

Barometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara. Barometer biasanya digunakan dalam peramalan cuaca, dimana tekanan udara yang tinggi menandakan cuaca yang “bersahabat”, sedangkan tekanan udara rendah menandakan kemungkinan badai.

 

–          Manometer

Manometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur perbedaan tekanan di dua titik yang berlawanan. Salah satu jenis manometer adalah manometer kolom cairan.

 

–          Anemometer

Anemometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin. Satuan meteorologi dari kecepatan angin adalah knots ( Skala Beaufort ). Sedangkan satuan meteorologi dari arah angin adalah dari 0o – 360o dan dapat juga digunakan arah mata angin. Anemometer harus ditempatkan di daerah terbuka.

 

  1. h.      Alat Ukur Cahaya

–          Photometer

Photometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan penerangan atau cahaya untuk pemotretan.

 

 

  1. i.        Alat Ukur Untuk Menentukan Besaran Listrik

–          Voltmeter

Voltmeter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengukur tegangan listrik. Dengan ditambah alat multiplier akan dapat meningkatkan kemampuan pengukuran alat voltmeter berkali-kali lipat.

 

–          Galvanometer

Galvanometer adalah alat untuk menunjukkan ada tidaknya kuat arus dengan melihat adanya penyimpangan jarum galvanometer. Cara kerjanya sama dengan amperemeter, voltmeter, dan ohmeter. Semua alat itu cara kerjanya sama dengan motor listrik.

 

 

–          Osiloskop

Osiloskop adalah peralatan elektronik yang menghasilkan tampilan grafik pada layar untuk mencitrakan gelombang maupun signal elektronik yang diterimanya.

Misalnya, kita tidak pernah bisa melihat sinyal yang dipancarkan oleh handphone. Dengan bantuan Osiloskop, sinyal tersebut dapat dicitrakan dalam layar, sehingga dapat dilihat bentuk gelombang, panjang gelombang, frekuensi gelombang, maupun cacat gelombang.

 

 

  1. j.        Alat Ukur Kecepat

–          Speedometer

Speedometer adalah alat untuk mengukur kecepatan kendaraan darat, yang merupakan perlengkapan standar setiap kendaraan yang beroperasi di jalan. Speedometer berfungsi agar pengemudi mengetahui kecepatan kendaraan yang dijalankannya dan dijadikan informasi utama untuk mengendalikan kecepatan di jalan agar tidak terlalu lambat atau terlalu cepat.

 

 

  1. 2.      Alat Praktik Biologi

Kita juga dapat mengenal alat atau bahan praktik IPA, salah satunya adalah biologi. Dibawah ini akan dijelaskan dalam daftar alat dan bahan biologi.

 

 

 

No

Nama

Keterangan

1

Pipa T

Plastik, sebagai pipa penghubung

2

Pipa Y

Plastic, sebagai pipa penghubung

3

Spatula

Kaca, sebagai alat pengambil sesuatu dan sebagai pengaduk

4

Pembakar Spiritus

Sebagai alat pemanas atau pembakar

5

Botol Semprot

Untuk menyemprotkan air, juga berfungsi sebagai botol cuci

6

Botol tetes

Botol yang dilengkapi dengan pipet tetes

7

Botol reagen

Mulutsempit, polipropilen 250 cm3, wadah bahan berbentuk larutan

8

Borol reagen

Mulutlebar, polupropilen 100 cm3, wadah bahan berbentuk padat

9

Botol reagen

Mulutsempit, kaca 100 cm3, wadah bahan berbentuk larutan

10

Cawan petri

Sebagai wadah untuk beberapa keperluan

11

Pencacah (tally counter)

12

Corong

Borosilikat diam 75 mm

13

corong

Polipropilen diam 65 mm

14

Corong tistel

Borosilikat selain dapat digunakan sebaga corong yang memerlukan tangkai corong yang panjang juga dapat digunakan untuk eksperimen osmose

15

Kondansor/pendingin liebig

Bentuk sempit digunakan dalam penyulingan

16

Pelubang gabus

Set isi 6 juga dapat untuk melubangi karet

17

Pengasah pelubang gabus

18

Gelas kimia

Borosilikat 100 cm3

19

Kaca arloji

Diam 75 mm

20

Kertas saring

Diam 100 mm

21

Kotak PPPK

Lengkap dengan isinya

22

Alat pemadam kebakaran

Model ABC ici serbuk kering

23

Labu Erlenmeyer

Borosilikat mulut sempit, 100 cm3

24

Labu destilasi

Borosilikat 125 cm3, untuk menyuling

25

Plat tetes

Prselen 12 lekukan untuk menguji sifat asam atau basa suatu larutan dengan meneteskan larutan pada insikator atau sebaliknya

26

Lumping dan alu

Porselan

27

neraca

Beban geser 2610 gr

28

Pinggan penguap

Porselen 125 cm3 untuk menguapkan zat cair

29

Pipa, kaca natrn

Diam, luar 6 mm

30

Pipa borosilikat

Diam, luar 10 mm

31

Ppa PVC

Diam dalam 5 mm

32

Pipet tetes

Untuk meneteskan cairan

33

Sikat tabung reaksi

Diam 22-26 mm

34

Sumbat, karet

Padat, campuran

35

Sumbat, Karet

Diam, bawah 23 mm, diam lubang 5 mm I lubang

36

Spatula tanduk

Digunakan sebagai sendk untuk mengambil benda

37

Statif, alas

Berbentuk A

38

penjepit

Penjepit dan klem merupakan pasangan. Penjepit dijepitkan pada batang statif dan penjepit lengan klem

39

Tabung conth

plastik

40

Tabung reaksi

Brsilikat panjang 100 mm, diam 1 mm

41

Penjepit tabung reaksi

Kayu

42

Rak tabung reaksi

Kayu, 12 lubang, diam,lubang 18 mm

43

Thermometer

Isi spiritus

 

  1. Alat praktik Kimia

No

Nama

Keterangan

 

Asam klorida

HCL, BG, 36% menyebabkan luka bakar, mengganggu system pernapasan

 

Belerang

S, TG

 

Logam Besi

Fe, TG, serbuk kasar, untuk menggambarkan medan magnet

 

Bromtimol Biru

BG, larutan dalam alcohol mudah menyala, untuk pewarna dan indikator

 

Eosin

TG, larutan dalam alcohol mudah menyala dan untuk pewarna

 

Etanol

C2O5H4 TG, 95% suhu nyala 120C

.

  1. B.     Penggunaan Alat Praktik Laboratorium IPA
    1. 1.      Meter Dasar/Basic Meter

Tanpa tambahan kelengkapan yang lain, meter dasar ini hanya berfungsi sebagai galvanometer, digunakan untuk menunjukkan adanya arus listrik dengan arus maksimal sebesar 100µA. Meter dasar ini dapat berubah menjadi amperemeter, digunakan untuk mengukur arus listrik, dengan menambahkan penghambat shunt yang diletakkan parallel dengan meter dasar. Fungsi shunt untuk memperbesar daya ukur meter dasar sehingga dapat digunakan untuk mengukur arus yang lebih besar.

 

  1. Bagian-bagiannya
    1. Mempunyai skala ganda, batasan -10 sampai 100 dan -5 sampai 50. Didalamnya terdapat hambatan 1000 ohm.
    2. Pada bagian depan terdapat dua buah terminal ulir/tancap, tempat menghubungkan meter dasar dengan jaringan yang akan diketahui arusnya dan tempat perlengkapan meter dasar.
    3. Ada dua buah shunt.
    4. Ada dua buah multiplier.

 

  1. Menggunakan meter dasar sebagai galvanometer.

Jangan ihubungkan langsung dengan jaringan listrik atau baterai yang mempunyai tegangan lebih dari 0,1 V. galvanometer hanya digunnakan untuk mengetahui adanya arus listrik yang sangat lemah, misalnya arus yang dihasilkan oleh elemen yang dibuat dari buah-buahan.

 

  1. 2.      Catu Daya

Untuk memperoleh arus listrik dengan tegangan rendah AC atau DC. Pengubahan tegangan listrik PLN menjadi tegangan rendah dilakukan melalui transformator, kemudian menuju tombol pilihan, terus ke penyearah arus dan system pembatas arus(sekering), barulah ke keluaran AC atau DC.

 

Cara menggunakannya adalah :

  1. Sesuaikan tegangan masukan, 110 atau 220 V dengan tegangan jala-jala PLN.
  2. Masukkan soket penghubung ke sumber tegangan PLN.
  3. Tekan power. Bila lampu menyala berarti arus PLN telah masuk ke dalam alat. Bila lampu indicator belum atau tidak menyala, cabut soket, periksa kabel penghubungnya dan periksa pula sekring masukan.
  4. Pilih tegangan keluaran dengan memutar tombol pilihan.
  5. Hubungkan arus keluaran (AC atau DC) dengan rangkaian percobaan. Hidupkan rangkaian percobaan. Kalau lampu 77indikator over-load menyala, periksa rangkaian percobaan, kemudian tekan tombol reset.

 

  1. Kotak Cahaya

Kotak cahaya beserta perlengkapannya digunkan untuk melakukan eksperimen-eksperimen yang berkaitan dengan cahaya. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan ialah pemantulan, pembiasan dan percampuran cahaya.

 

Menggunakan kotak cahaya untuk menentukan indeks cahaya dapat dilakukan dengan balok kaca, catu daya, busur derajat, penggaris dan pensil kertas folio putih. Cara melakukannya adalah mengatur tegangan catu daya untuk mendapatkan arus keluaran 12 V. kemudian menghubungkan kabel kotak cahaya dengan sumber tegangan 12 V. memasang pelat bercelah 3 dilampu. Mengatur lampu sehingga cahaya yang keluar melalui celah sejajar. Kemudian mengganti pelat dengan yang bercelah 1 dan yang terakhir adalah menyiapkan kertas folio dengan balok kaca diatasnya.

 

  1. 4.      Pengetik waktu (ticker timer)

Berfungsi sebagai alat untuk mengukur waktu gerak benda. Dapat digunakan menentukan kecepatan, kecepatan rata-rata dan percepatan berubah beraturan.

 

  1. Mikroskop

Mikroskop berfungsi untuk mengamati objek yang sangat kecil dan transparan. Cara menggunakan mikroskop seperti dibawah ini :

  1. Letakkan mikroskop pada meja sedemikian hingga dengan mudah anda dapat melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop.
  2. Bukalah diafraghma secara penuh.
  3. Dengan melihat melalui lensa okuler, aturlah kedudukan cermin hingga cahaya terpantul melalui lubang meja objek terlihat sebagai sebuah lingkaran yang terangnya merata.
  4. Letakkan sediaan yang akan diamati di atas meja objek dan jepitlah dengan jepitan objek.
  5. Mulailah pengamatan dengan mula-mula menggunakan lensa obyektif dengan kekuatan rendah.
  6. Dengan menggunakan pemutar kasar, turunkan lensa obyektif hingga jarak antara lensa obyektif dan sediaan yang diamati kira-kira 5 mm.
  7. Lihatlah melalui lensa okuler, naikkan tabung mikroskop perlahan-lahan dengan menggunakan pemutar kasar sehingga sediaan terlihat.
  8. Setelah sediaan terlihat dengan menggunakan pemutar halus, naik turunkan tabung agar sediaan terletak tepat pada focus lensa.

 

  1. 6.      Kuadrat

Untuk pengambilan cuplikan pada areal tertentu guns mengetahui populasi komunitas. Dengan fungsi tersebut alat ini dapat digunakan untuk menyelidiki yang berkaitan dengan ekologi seperti susunan dan kepadatan populasi penyebaran populasi, dominasi  suatu populasi dan kecepatan pertumbuhan suatu populasi.

 

Cara menggunakan :

  1. Tentukanlah lebih dulu daerah yang akan diambil cuplikannya.
  2. Pengambilan 10 cuplikan kuadrat untuk daerah yang ditentukan itu harus merata tapi acak dan dapat mewakili daerah itu.
  3. Siapkan kuadrat dengan membentuk kuadrat bujur sangkar.

 

 

 

  1. 7.      Perangkat penyulingan

Untuk menyuling zat cair. Dengan perangkat penyulingan ini suatu senyawa cair dapat dimrnikan dari zat-zat yang mengotorinya. Perangkat penyulingan juga dapat digunakan untuk memisahkan campuran zat cair yang mempunyai titik didih yang berbeda.

 

Cara menggunakan perangkat penyulingan :

  1. Dengan menggunakan corong, tuangkan air yang disuling ke dalam labu destilasi.
  2. Masukkan ke dalam labu destilasi, 3-4 butir pecahan porselin atau pecahan kaca.
  3. Hubungkan selang karet/plastik yang bersambung dengan bagian bawah pendingin liebig dengan krain air, sedangkan selang yang bersambung dengan bagian atas pendingin dimasukkan ke dalam bak cuci atau penampung air.
  4. Nyalakan pembakar spiritus dan amati proses penyulingan yang terjadi.
  5. Setelah selesai malakukan kegiatan bersihkan alat dan simpan di tempat semula.

 

  1. 8.      Perangkat uji elektrolit

Untuk menguji apakah karutan itu bersifat elektrolit atau non-elektrolit. Cara menggunkannya :

  1. Tuangkan larutan yang akan diuji kedalam gelas kimia hingga setengahnya.
  2. Masukkan electrode ked a;am larutan, amati apakah lampu menyala atau tidak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

 

 

  1. A.    Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari makalh ini antara lain adalah :

  1. Penggunaan alat sebelum melakukan percobaan/ penelitian harus difahami oleh semua penggunanya, baik itu guru, laboran maupun siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca dan memahami buku manual penggunaan alat sehingga ketika percobaan dilakukan tidak terjadi kesalahan prosedur dalam penggunaan alat-alat laboratorium.
  2. Pengklasifikasian peralatan di laboratorium fisika sangat perlu dilakukan untuk memudahkan dalam menginventarisir alat dan mengidentifikasi alat. Selain itu juga dapat memudahkan dalam pemanfaatan alat sebagai alat percobaan maupun alat peraga.
  3. Penggunaan laboratorium sangat penting untuk diperhatikan bagi setiap siswa agar alat dan bahan praktik bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.

 

 

  1. B.     Saran

Saran yang dapat diberikan oleh penulisan berkaitan dengan penulisan naskah Panduan Teknis Perawatan Peralatan Laboratorium IPA Fisika SMA adalah:

1. Untuk penulisan berikutnya perlu ditambahkan mengenai hal-hal yang harus diketahui petugas laboran mengenai perawatan, penyimpanan dan perbaikan alat laboratorium IPA fisika yang dapat meningkatkan kompetensi petugas dalam bekerja.

2. Perlu diadakan survey / studi lapangan ke beberapa sekolah sampel sebelum dilakukan penulisan naskah, agar penulis dapat berinteraksi langsung dengan pekerja laboratorium (guru, laboran, dan siswa). Dengan adanya survey / studi lapangan tersebut diharapkan penulis lebih peka dan lebih fokus membahas mengenai alat-alat laboratorium apa saja yang biasanya menjadi permasalahan dalam perawatan, penyimpanan, dan perbaikan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Moejadi, dkk. 1985. Petunjuk Pengelolaan Laboratorium Fisika Untuk SMA, Jakarta : Depdibud.

Moh. Amien. (1984). Buku Pedoman Praktikum dan Manual Laboratorium Pendidikan IPA   Umum (General Science). Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Soedjana, S., Nishino, O., 2000, Pengukuran dan Alat Alat Ukur Listrik, PT. Paradnya Paramita, Jakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/Alat_pengukur#Massa

http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Spectrometer_ massa&action=edit&redlink=1

http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/ tujuh-besaran-pokok-alat-ukur-dan-prinsip-kerjanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s