PENGUAT COMMON EMITER

Nama Kelompok:
Anggota : 1. Adelia Aris Setiawati (1113022005)
2. Isti Khoiriyah (1113022059)
3. Puspita Indah Rahayu (1113022067)

PENGUAT COMMON EMITER
(Praktikum Elektronika Dasar II)

No Langkah Manual Langkah/prosedur dalam IC serta gambar hasil Deskripsi perbandingan enyelesaian manual dengan penyelesaian menggunakan IC
1 2 3 4
1 Titik kerja Q diselesaikan dengan analisis DC.
dalam melaksanakan analisis DC, komponen kapasitor dihilangkan. Beban pada output rangkaian juga dihilangkan, sehingga diperoleh rumus
V_in=I_i.R_in(base) =V_B
=I_b.R_(in(base))→I_b=V_B/R_(in(base))
R_(in(base))=β_DC.R_E=150.560=84 kΩ
V_B=V_R2=I_(R1.R2).R_2=V_CC/(R1+R2)∙R2= 12/(22k+4,7k)∙4,7k=56,4/26,7=2,11 V
(VCC, R1, R2 satu rangkaian tertutup dengan arus V_CC/(R1+R2))
V_B=V_BE+V_RE=0,7 volt+I_E∙R_E
I_E=(V_B-V_BE)/R_E =(2,11-0,7)/560=1,41/560=2,5 mA
Dapat dipakai IE ≈ IC
V_CC=V_CC-I_C∙R_C-I_E∙R_E=V_CC-I_E (R_C+R_E )
V_CC=12-2,5 mA(1 k∙560)=12 V-(2,5 mA∙1,56 kΩ)=12 V-3,9 V=8,1 Volt
Garis kerja titik (VCE, 0)
V_CE=V_CC-I_E (R_C+R_E )→I_E=0
VCC = VCE = 12 Volt, titik potong pada sumbu VCE pada (12 Volt; 0)
V_CC-I_E (R_C+R_E )=0

12-I_E (1,56)→I_E=(12 Volt)/(1,56 kΩ)=7,69 mA
Titik potong dengan sumbu IE pada (0;769 mA)
Titik Q diselesaikan dengan analisis DC
Langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan yang terdiri dari :
1. 4 buah resistor dengan hambatan, yaitu:
R1 = 22 kΩ RE = 1 kΩ
R2 = 4,7 kΩ RC = 560 Ω

 

2. Transistor n-p-n dengan ketentuan sebagai berikut:

3. Amperemeter dan Voltmeter untuk mengukur VCE dan Ic

 

4. Sumber tegangan (Vcc) sebesar 12 Volt

5. Sinyal masukan ac

Kemudian alat dan bahan tersebut dirangkai seperti rangkaian di bawah ini

Kemudian rangkaian tersebut disimulasikan dengan mengklik ‘transient’ sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :

 

 

Jadi dapat dilihat bahwa V1 = VCE sebesar 8,09Volt dan A1 = IC sebesar 2,50A. Sehingga titik kerjanya adalah Q (VCE , IC ) = (8,09V, 2,50A)
2 Penguatan :
Caranya :
C1 hubung singkatkan
VCC ground-kan
C1 hubung singkatkan
C3 buang/hilangkan
Analisis penguatan tegangan

A_v=V_e/V_b →(V_e=I_e∙∝_ac∙R_C)/(V_b=I_e (r_e+R_E))→∝_ac≈1

A_v=(α_ac∙R_C)/(r_e+R_E )=R_C/(r_e+R_E )

Jika rs diperhitungkan V_b/V_in =R_in/(R_s+R_in )

Penguatan tegangan total =A^’=A_V (V_b/V_in )
Jadi :
r_e=(25 mV)/I_E =(25 mV)/(2,5 mA)=10Ω
r_s=300 Ω
R_(in(base))=β_DC (r_e+R_E )=160(10 Ω+560)=160 ×570=91,2 kΩ

R_in=R_1//R_2//R_in(base) =(R_1∙R_2∙R_in(base) )/(R_1+R_2+R_in(base) )=(22 k∙4,7 k∙91,2 k)/(22 k∙4,7 k+22 k∙91,2 k+4,7 k∙91,2 k)=3,7 kΩ
V_B=R_in/(R_in+R_s )∙V_in=(3,7 kΩ)/((3,7+0,3))∙10 mV=3,7/4=37/4 mV=9,25 mV

A_v=R_C/(r_e+R_E )=(1 kΩ)/(10 Ω+560 Ω)=1000/570=1,75

A^’=A_V∙V_b/V_in =1,75∙9,25/10=1,75×0,925=1,6 Analisis penguatan tegangan dengan menggunakan analisis ac
Langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan yang terdiri dari :
1. 4 buah resistor dengan hambatan, yaitu:
R1 = 22 kΩ RC = 1 kΩ RS = 300 Ω
R2 = 4,7 kΩ RE = 560 Ω

 

2. Transistor n-p-n dengan ketentuan sebagai berikut:

3. Voltmeter untuk mengukur VB (tegangan pada basis)

 

4. Sumber tegangan (Vin) sebesar 10 mV

Kemudian alat dan bahan tersebut dirangkai seperti rangkaian di bawah ini

Kemudian rangkaian tersebut disimulasikan dengan mengklik ‘transient’ sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :

 

Jadi, dari hasil simulasi tersebut dapat dilihat bahwa tegangan pada basis VB = 9,28 mV.
3 Penguatan arus adalah A_i=I_C/I_b →β_DC=160

R_in=R_1//R_2//R_in(base) =(R_1∙R_2∙R_in(base) )/(R_1+R_2+R_in(base) )=(22 k∙4,7 k∙91,2 k)/(22 k∙4,7 k+22 k∙91,2 k+4,7 k∙91,2 k)=3,7 kΩ

I_in=V_in/(R_s+R_in )

A_i’=I_c/I_in Analisis penguatan arus dengan menggunakan analisis ac
Langkah pertama yaitu menyiapkan alat dan bahan yang terdiri dari :
1. 4 buah resistor dengan hambatan, yaitu:
R1 = 22 kΩ RC = 1 kΩ RS = 300 Ω
R2 = 4,7 kΩ RE = 560 Ω

 

2. Transistor n-p-n dengan ketentuan sebagai berikut:

3. Dua buah amperemeter untuk mengukur arus pada basis (IB) dan arus pada collector (IC)

4. Sumber tegangan (Vin) sebesar 10 mV

Kemudian alat dan bahan tersebut dirangkai seperti rangkaian di bawah ini:

Kemudian rangkaian tersebut disimulasikan dengan mengklik ‘transient’ sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :

 

Jadi, dari hasil simulasi tersebut dapat dilihat bahwa tegangan pada basis IB = 37,35 mA dan IC = 37,28 mA. sehingga penguatannya sebesar
Ai = Ic / IB
Ai = 37,35 mA /37,28 mA
Ai = 1,002 mA
4 Penguatan daya
A_p=A_V∙A_i=1,75∙160=280 Watt

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s